Ben Arfa Tuntut PSG Karena Kehilangan Pendapatan €8 Juta

hatem ben arfa rennes stade rennais rennes psg paris saint germain ligue 1 sepakbola perancis

Gelandang Rennes, Hatem Ben Arfa, mengajukan tuntutan hukum terhadap klub raksasa Ligue 1, PSG di pengadilan Paris untuk mengklaim pendapatannya yang hilang antara tujuh hingga delapan juta euro setelah mantan klubnya membekukannya dari kegiatan tim utama selama lebih dari setahun.

Pemain internasional Perancis berusia 31 tahun tersebut mengklaim, bahwa banyaknya perlakuan PSG yang “diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja” setelah ia dibuang ke cadangan karena menolak pindah dari Parc des Princes pada musim panas 2017. Pengacara Ben Arfa membawa kasus mereka kepada Komite Sepakbola Profesional Perancis (LFP) perihal Perkara Hukum dengan dasar bahwa sebuah klub hanya dapat menepikan anggota tim utama profesional dari tugas-tugas seniornya asalkan itu bersifat “sementara [dan] secara eksklusif untuk alasan olahraga yang berkaitan dengan manajemen tim.”

LFP tidak menindaklanjuti keluhan Ben Arfa dan sang pemain akhirnya hengkang dari PSG akhir musim lalu, bergabung dengan Rennes dengan status bebas transfer pada bulan September. Namun, Ben Arfa sekarang mengklaim sejumlah multi-juta euro atas hilangnya pendapatan berdasarkan bonus dan target penampilan.

Salah satu contohnya adalah pertandingan persahabatan di Qatar pada bulan Desember 2017 yang dilewatkan oleh Ben Arfa karena sakit. Gelandang itu berhak atas bonus 100.000 euro karena muncul dan memberikan dokumentasi medis yang membuktikan bahwa ia sakit, yang kemudian tidak diakui PSG.

PSG mengklaim bahwa Ben Arfa diperintahkan untuk berlatih bersama tim cadangan murni karena alasan olahraga selama periode tersebut. Kasus ini akan didengar pada akhir tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *